GPS Pemantau Mobil

GPS Pemantau Mobil
Tgs Komunikasi Pemasaran

Minggu, 19 Juli 2009

Lomba Karya Ilmiah Bank Indonesia 2009

Judul: Lomba Karya Ilmiah Bank Indonesia 2009 Di Bidang Stabilitas Sistem Keuangan

Lampiran:

  1. Poster Lomba (681 Kbytes)
  2. Formulir Pendaftaran (35 Kbytes)
  3. Pernyataan Keaslian (26 Kbytes)

Latar Belakang:

Terjadinya krisis keuangan di berbagai belahan dunia terutama sejak tahun 1990 menelan biaya yang sangat besar baik secara sosial maupun politik. Hal ini mengakibatkan muncul fungsi baru yang menjadi perhatian utama bank sentral mengenai pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa stabilitas sistem keuangan dan perekonomian memiliki korelasi yang positif. Selain itu, dalam menghadapi krisis keuangan bank sentral memiliki peran strategis untuk memitigasi terjadinya instabilitas sistem keuangan. Melalui instrumen dan kebijakan yang dimiliki, bank sentral dapat segera mengurangi tekanan likuiditas sehingga mempercepat pemulihan kepercayaan masyarakat, dan menetapkan kebijakan yang tepat atas dasar hasil monitoring dan suveillance terhadap sistem keuangan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pada tahun 2003 Bank Indonesia menetapkan misi berupa “mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan”.

Pengalaman krisis membuktikan bahwa semakin kompleks dan terintegrasinya sistem keuangan mengandung konsekuensi semakin meningkatnya risiko di sistem keuangan yang bersifat sistemik. Kegagalan sistem keuangan pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan perekonomian. Dengan demikian, merupakan tantangan bagi Bank Indonesia dalam pencapaian misinya dimaksud.Sehubungan dengan hal itu, memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya akademisi dan masyarakat umum untuk berperan aktif dalam pengembangan stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia menyelenggarakan lomba karya ilmiah dengan tema “Stabilitas Sistem Keuangan dan Tantangan Peran Bank Indonesia ke Depan”.

Adapun peserta dapat memilih sub tema yang terkait dengan :


1. Stabilitas Sistem Keuangan dan Struktur Sistem Keuangan

2. Stabilitas Sistem Keuangan dan Pengembangan Sistem Deteksi Dini

3. Stabilitas Sistem Keuangan dan Sistem Pengawasan

Ketentuan Lomba

  1. Peserta terbuka untuk masyarakat umum, baik perorangan maupun kelompok. Perlombaan ini tertutup bagi karyawan Bank Indonesia dan pihak yang terafiliasi dengan Bank Indonesia.
  2. Naskah asli, bukan saduran/terjemahan, dan merupakan hasil pemikiran penulis sendiri atau kelompok yang belum pernah dipublikasikan di media massa.
  3. Judul bebas sepanjang mengacu pada tema.
  4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
  5. Tulisan paper harus mengikuti petunjuk penulisan yang disyaratkan panitia.
  6. Peserta lomba diwajibkan mengisi formulir registrasi dan pernyataan keaslian karya ilmiah, sebagaimana terlampir.
  7. Karya ilmiah harus disertai dengan biodata penulis, lengkap dengan alamat, telepon, rekening bank dan e-mail yang dapat dihubungi. Diharuskan untuk menulis biodata dalam bentuk CV (curriculum vitae) lengkap.
  8. Karya ilmiah dikirimkan dalam bentuk softcopy (file pdf dan MS word) dan dalam bentuk hardcopy sebanyak 1 (satu) eksemplar, beserta CV, formulir registrasi dan pernyataan keaslian karya ilmiah (terlampir) dalam 1 amplop tertutup dan dipojok kiri atas ditulis Lomba Karya Ilmiah SSK 2009.
  9. Tata cara penyampaian karya ilmiah tersebut di atas adalah sebagai berikut :
  • Dalam bentuk softcopy (file pdf dan word) paling lambat 14 September 2009 dapat dikirimkan ke alamat email: dpnp.bssk@gmail.com.
  • Dalam bentuk hardcopy melalui pos paling lambat tanggal 14 September 2009 (cap pos) atau di antar langsung paling lambat tanggal 14 September 2009 pukul 16.00, ke alamat :

Panitia Lomba Karya Ilmiah SSK 2009

BIRO STABILITAS SISTEM KEUANGAN

Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Bank Indonesia

Gedung A, Lt. 9, JI. M.H. Thamrin No.2

Jakarta Pusat, 10350

10. Beberapa hasil riset terkait topik Stabilitas Sistem Keuangan dapat dilihat di:

http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Perbankan+Stabilitas+Keuangan

http://w4.stern.nyu.edu/news/news.cfm?doc_id=101000

http://www.cepr.org/pubs/new-dps/dplist.asp?dpno=6984.asp

11. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi lkissk09@bi.go.id

Penentuan Pemenang dan Penghargaan

  1. Dewan Juri adalah wakil dari akademisi.
  2. Kriteria penjurian antara lain kesesuaian riset yang dilakukan dengan topik yang dipilih, metodologi riset yang digunakan, sistematika penulisan, penguasaan masalah dan rekomendasi kebijakan.
  3. Bank Indonesia akan mengundang maksimum 8 (delapan) finalis untuk melakukan presentasi kepada dewan juri.
  4. Bank Indonesia akan menanggung biaya transportasi dan akomodasi di wilayah Indonesia bagi finalis yang terpilih (maksimal 2 orang peserta bagi peserta kelompok).
  5. Keputusan akhir pemenang setelah finalis mempresentasikan karyanya.
  6. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
  7. Pemenang akan diumumkan melalui website BI, dan pemenang juga akan dihubungi melalui e-mail, surat atau telepon.
  8. Hak cipta karya ilmiah yang telah dikirimkan tetap menjadi hak cipta penulis, namun Bank Indonesia berhak menyimpan salinan karya ilmiah sebagai arsip.
  9. Hak cipta karya ilmiah pemenang tetap menjadi hak cipta penulis, namun Bank Indonesia berhak mempublikasikannya.

Hadiah:


Bank Indonesia menyediakan total hadiah senilai Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)* bagi para penulis karya ilmiah terbaik berikut trofi dan sertifikat dengan rincian sebagai berikut :

- Pemenang I Rp. 40.000.000,-

- Pemenang II Rp. 25.000.000,-

- Pemenang III Rp. 15.000.000,-

- 2 ( dua) Pemenang Nominasi Utama @ Rp. 10.000.000,-

* Pajak Hadiah ditanggung pemenang

Selasa, 07 Juli 2009

PILPRES 2009


Jelang esok pagi akan segera di adakan PELPRES 2009,Sederetan para calon bersiap pada posisinya... 1,2,dan 3.
Bangsa ini akan membuat sejarah kembali,di tengah sederetan bencana yang melanda bangsa ini belum usai, di sinilah rakyat akan berperan aktif dalam penyeleasaian masalahnya. Melalui ruang yang sangat kecil berukuran 1 x 1 Meter bangsa ini akan ditentukan! Para DPT memasuki tempatnya masing-masing !

Mari kita sukseskan pemilu 2009 dengan memilih secara bijak demi mas depan bangsa INDONESIA ini !

Jumat, 02 Januari 2009

Akses Interset Via Antena Buatan


Nih langsung simple'y ja y... Preparing To Do...

=============keep silent================

Celilah perangkat berikut di toko elektronik terdekat di kota Anda (kecuali WLAN Card) untuk membuat antena kaleng.

1. Belilah kaleng yang mempunyai diameter 10 centimeter dan panjangnya 33 centimeter (lebih gpp, nanti bisa dipotong). Biasanya kaleng yang mempunyai diameter seperti ini adalah kaleng twister atau astor. Ingat belinya di supermarket jangan di toko komputer atau toko elektronik, harganya sekitar Rp. 11—14.000;-
2. WLAN Card jenis PCI untuk PC biasa (komputer jangkrik) merk bebas. Punya saya D-Link DWL G510 yang harganya dulu Rp. 380.000, sekarang kira-kira harganya Rp. 340.000 dengan merk terbaru DWL G520.
3. Kabel RG 58 sepanjang 15 meter maksimal, lebih panjang dari itu tidak disarankan karena bisa memperlambat transfer data. Punya saya sendiri panjangnya 7 meter yang tadinya 13 meter.
4. SMA Connector (bukan anak SMA) harganya Rp. 11.000;-
5. N Connector atau Socket TNC Segel Chasis.
6. Plug TNC RG 58 CRMPG.
7. 4 baut dan 4 mur (bukan murniramli lho), untuk lebih jelasnya silakan lihat nota pembelian dibawah.




Untuk langsung coba hub.... mr_lilik@yahoo.com or lk_kurniawn@yahoo.com

maaf nie dah ga tahan.. C Cu je..

USB Wireless Adaptor


Termasuk perangkat baru dan praktis pada teknologi WIFI. Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. Tetapi pada perangkat USB WIFI Adapter memiliki batasan. Sebaiknya mengunakan USB port 2.0 karena kemampuan sistem WIFI mampu mencapai data rate 54Mbps. Bila anda memerlukan kepraktisan, penambahan perangkat Wireless USB adaptor adalah pilihan yang tepat, karena bentuknya yang praktis dan dapat dilepas. Tetapi perlu diingatkan bahwa dengan supply power kecil dari USB port alat juga memilki jangkauan lebih rendah, selain bentuk antenna yang ditanam didalam cover plastik akan menghambat daya pancar dan penerimaan pada jenis perangak ini.

MENGHUBUNGKAN 2 LAPTOP VIA WIFI

Peer 2 Peer (P2P) Dengan Wireless (Wifi) di Laptop, Tanpa Kabel dan Koneksi Internet.

Untuk bisa menggunakan potensi wifi (wireless fidely) yang tertanam di laptop untuk bersharing/transfer data, chatting dan bermain game.

Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah
Persiapan Bagian Hardware
o beli laptop yang telah diilengkapi dengan wifi (bagi yang sudah punya tidak perlu beli lagi),
o Laptop yang tidak memiliki WIFI ==> belilah PCMCIA
o pada PC computer Desktop belilah Card wifi atau usb wifi.

Persiapan Bagian Software.
Downloadlah software untuk mengkoneksikan 2 WIFI, yang bernama WIPEER, setelah itu install di salah satu komputer yang terdapat WIFI nya. Jangan di install di PC yang lain. Dalam Suatu Group WIPEER boleh di instal hanya pada 1 PC atau LAPTOP saja.

Satu hal lagi bahwa tidak perlu terkoneksi ke internet untuk melakukan transfer data/chatting/gaming de el el. Anda bisa transfer data antar laptop pada jarak max 300 meter. Bisa dilakukan berkelompok/group. Hanya cukup dengan laptop/pc yang dilengkapi wifi. Jangan takut mencoba sebelum mencoba.
“Anda bisa transfer data/chatting/game antar laptop pada jarak max 300 meter”

Langkah-langkah MEMANGUN JARINGAN 2 PC DENGAN WIFI
Install program wipeer pada laptop anda, di salah satu PC komputer, ataujuga di LAPTOP, yang perlu diperhatikan WIPEER hanya di install untuk 1 komputer saja, jangan di install di 2 komputer, menyebabkan error.
Setelah instalasi wipeer berhasil maka anda bisa melihat display program wipeer. Setting/atur beberapa fungsi program wipeer agar dapat digunakan dengan benar. Yang perlu anda perhatikan dalam proses setting program ini adalah pada (SSID) yang berfungsi sebagai ad hoc nama jaringan peer 2 peer laptop. Sebaiknya anda berikan nama yang sama pada SSID, karena jika berbeda tidak akan dapat terhubung p2p dengan laptop lain.
Apabila anda telah melakukan settingan pada program wipeer dengan benar. Coba cek koneksi pada wireless network connections pada laptop anda. Apakah nama SSID yang telah anda buat telah ada di pilihan jaringan (network) wifi. Jika nama SSID sudah ada dan terdapat gambar p2p laptop (gambar 2 laptop yang terhubung oleh wifi)
cek kembali status koneksi pada wireless network connections. Jika telah terhubung (connection) maka program wipeer dapat anda gunakan. Anda bisa bersharing data/chatting/gaming dll sesuka anda. Selamat mencoba.

Koneksi Internet Gratis VIA WiFi


USB Adapter 23dBm + 5dBi Antenna
( Manufacturer )
Price per Unit (piece): Rp 350.000


solusi untuk membangun RT-RW-Net dengan murah dan handal.

satu perangkat yang sepertinya dapat membuat satu cluster RT-RW-Net berbasis wireless LAN 802.11bg.

Alatnya sebenarnya standar dengan yang ada di pasar, tetapi yang menarik adalah kemampuannya untuk dapat menjadi Access Point, sehingga kita dapat membangun HotSpot di rumah dengan menggunakan notebook atau komputer desktop.

Selain mampu menjadi access point, solusi USB dengan antena external juga merupakan kunci pemecahan masalah notebook yang kita pakai. Sering kali notebook yang jangkauan sinyal wireless LAN-nya hanya sekitar 100 - 200 meter hanya menerima sinyal saja, tanpa punya kemampuan untuk mengirim sinyal, sehingga akhirnya kita kandas untuk ber-Internet ria di area HotSpot.

USB WiFi dapat jalan di tiga Operating Systems, yaitu Linux, Windows dan Mac, dibuat dengan menggunakan chip Realtek yang berbasis Linux

802.11g Hi-Gain Wireless LAN USB Adapter

High Power WLAN USB Adapter which fully supports the features and functional compliance of IEEE 802.11b/g standard. It enables the deployment the latest updated WMMTM (Wi-Fi Multimedia) standard and our WLAN USB adapter is targeted at competitive price-performance, better power management, high volume desktop and notebook PCs.


Features :
High Power WLAN USB Adapter + 5 dBi dipole Antenna

■ 2.412GHz ~ 2.484GHz unlicensed ISM frequency band.
■ Operating distance of up to 500 meters in free space.
■ Support Software AP mode and WMMTM (Wi-Fi Multimedia) function
■ USB 2.0/1.1 interface.
■ 64-bit,128-bit or 256-bit WEP/WPA/WPA2
■ Support to Microsoft Windows 2000, XP, Vista, MAC, Linux.
■ Easy operation and setting up.

USB adapter

Rabu, 23 Juli 2008

ILMU DASAR MEMBUAT WEB

Blog adalah kependekan dari webblog. Blog bergunasekali sebagai sarana informasi baik untuk keperluan pribadi, bisnis, hobby dan lain sebagainya.
Baiklah, tanpa harus bertele tele, saya akan langsung mengajarkan kepada anda untuk membuat sebuah blog GRATISAN dari www.blogger.com



1. CARA MEMBUAT BLOG

Membuat blog di blogger.com sangatlah mudah.
Sekarang saya akan tunjukan cara untuk membuat sebuah account baru di blogger.com, yang 100% gratis. Saya merekomendasikan anda untuk membuat blog di blogger.com karena program ini sangat didukung penuh oleh google, sehingga apabila kita membuat blog disini maka google akan cepat mengindeks blog kita. Alhasil blog kita akan muncul dihalaman pencari google.

* LANGKAH KE-1 (GETTING STARTED)


Silahkan anda kunjungi website www2.blogger.com

* LANGKAH KE-2 (CREATE AN ACCOUNT)


Setelah page terbuka, silahkan anda klik CREATE AN ACCOUNT setelah anda klik, maka akan muncul form untuk mengisikan nama dan password. Silahkan isi dan anda harus selalu ingat username dan password yang anda isikan.
Jangan lupa untuk menceklist Term of service agreement.
Kemudian klik tombol panah "Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-3

* LANGKAH KE-3 (NAME YOUR BLOG)


Bagian ini sangat penting, karena nama dari blog anda nantinya akan menjadi sebuah keyword.
TIPS: agar blog anda mudah terindex oleh search engine(mesin pencari), maka alangkah lebih bagusnya jika anda membuat sebuah kesamaan antara addres dan name dari blog anda!
Sekarang klik tombol panah ORANGE"Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-4

* LANGKAH KE-4 (CHOOSE YOUR BLOG TEMLATE)


Sekarang anda haya tinggal selangkah lagi untuk mempunyai webblog buatan sendiri!!!
Disini anda ditujukan untuk memilih warna dan bentuk dari web anda. Silahkan pilih sesuai dengan topic dan selera anda.
OK jika anda sudah selesai memilih template, sekarang kita akan lanjut ke langkah berikutnya.
Sekarang klik tombol panah ORANGE"Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-5

* LANGKAH KE-5 (GENERATE YOUR BLOG)


Sekarang blogger akan menciptakan blog anda. Setelah blog selesai dibuat, maka di browser anda akan ada tulisan "Your Blog Has Beeb Created" Klik start Posting untuk untuk membuat artikel/tulisan pertamamu.
Sekarang Isikan Judul artikel kamu pada kolom tile, dan tulis isi dari artikelmu di bawahnya!

SELAMAT!! sekarang anda sudah mempunyai blog sendiri dan sudah bisa dilihat dari penjuru dunia manapun :)

Jumat, 11 Juli 2008

INVESTASI (DANA REKSA BERSAMA)

Ada usul nieh...
Gimana kalo misalnya anak2 pERSADa to Alumni Zaytun yg laen Kita bareng-bareng Berinvestasi ( ngumpulin dana ) di kelola orang-orang yang ahli di bidangnya.... Bikin Visi bersma mewujudkan cita-cita kita bikin Perusahaan sendiri ????

Senin, 07 Juli 2008

ERA TECHNOLOGY INFORMATION

Information Technology (IT), as defined by the Information Technology Association of America (ITAA), is "the study, design, development, implementation, support or management of computer-based information systems, particularly software applications and computer hardware." IT deals with the use of electronic computers and computer software to convert, store, protect, process, transmit, and securely retrieve information.

Today, the term information technology has ballooned to encompass many aspects of computing and technology, and the term is more recognizable than ever before. The information technology umbrella can be quite large, covering many fields. IT professionals perform a variety of duties that range from installing applications to designing complex computer networks and information databases. A few of the duties that IT professionals perform may include data management, networking, engineering computer hardware, database and software design, as well as the management and administration of entire systems. When computer and communications technologies are combined, the result is information technology, or "infotech". Information Technology (IT) is a general term that describes any technology that helps to produce, manipulate, store, communicate, and/or disseminate information. Presumably, when speaking of Information Technology (IT) as a whole, it is noted that the use of computers and information are associated.

Rabu, 18 Juni 2008

Yuk Belajar Bikin WEB...

Temen-temen yang pengen punya web sendiri Hayu Gabung... Kita saling bertukar pikiran dan,saling mengoreksi dan menuangkan aspirasi kita dalam sebuah wadah persahabatan bersama.
Se'nggaknya kita bisa dapet temen baru N' ...... Memacu wawasan kita... So More We can to Get Here...
Dalam forum ini kita Fair aja Ok's... Yahhhh... G'chu dech... Yang Kurang Memungkinkan Online terus ato yahhh..... Tau sndiri kan... Belum murah2 banget tarif ngnet skrAng Cuey ! "kcuali sobat yang dah punya line sndiri di rumah" So kita Bisa Membuka jalur komunikasi Back Door Donk ? Kenapa Nggak ??' Toh Kita kan rata2 punya Hobi yang sama Tuh... Apa Coba ???? MEMBACA So Pasti .... ! eits ...!!! Jangan GeEr Dulu Sob... Tapi yang kita baca SMS man... ! Tul Ga ??? "Yang bilang Nggak Berarti gak punya Pulsa !"
Kita kan main Fair niehh........... So cantumin aja Deh Apa yang Pengen Kamu Cantumin Di sini...
no HapE & Ukuran sePaTu // HoBi.... % Soulmate Kamu Mungkin.. Ato ??? Yang Masih Jomblo> Hayu Kita Bantuin... Yang masih Kurang hayu lah kita Omongin ... Di Tunggu Yahhh...

Pendidikan Penting Namun.........

Belum lama ini sepupu saya lulus program S1 di sebuah perguruan tinggi Swasta. Rima lulus dengan indeks prestasi (IP) menakjubkan dan berpikir untuk langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atas rekomendasi beberapa dosennya. Dia sendiri memilih untuk kerja dulu, hitung-hitung menimba pengalaman sebelum melanjutkan kuliah. Sekadar berbagi kebingungan, Rima minta pendapat saya. Wah, bakalan repot nih. Saya sendiri bukan jebolan S2 dan khawatir bias kalau merekomendasikan apapun. Lebih lucu lagi tidak lama setelah Rima kontak saya, orang tuanya telpon dan minta saya menasehati Rima untuk langsung lanjut kuliah. Gimana dong?

Tidak ada yang jelek dengan melanjutkan pendidikan. Coba lihat iklan lowongan kerja di surat kabar yang mensyaratkan kelulusan S1 dengan minimum IP tertentu untuk menempati posisi tertentu. Beberapa perusahaan lain bahkan sudah mensyaratkan kelulusan S2 untuk bergabung. Lulus S2 atau memiliki gelar MBA tentunya akan memperbesar peluang karir. Belum lagi faktor non-teknis seperti meningkatnya PD (baca: percaya diri), calon boss berasal dari almamater yang sama, dan lain-lain. Benarkah demikian?

Pengalaman 12 tahun sebagai head-hunter membuat saya yakin kalau peningkatan pendidikan tidak selalu berbanding lurus dengan perolehan karir yang luar biasa. Dengan bahasa lain, bagi mereka yang berharap memperoleh perbaikan karir dan kehidupan secara otomatis dengan sekolah lagi, bersiap-siaplah kecewa. Sebaliknya, bagi mereka yang merasa tidak memiliki pendidikan formal memadai, bukan alasan untuk berputus asa dan tidak membangun karir sesuai dengan yang dikehendaki.

Lowongan Kerja. Are you the one we have been looking for?

The Amrop Hever Group, perusahaan tempat saya bekerja, adalah “biro jodoh” bagi perusahaan-perusahaan yang mencari professional-professional untuk posisi-posisi kunci. Istilah kerennya, executive search. Pelakunya, seperti saya sendiri dijuluki head-hunter. Spesialisasi Amrop Hever memang untuk mencari posisi manajemen senior. Hampir setiap hari saya menerima CV dari pencari kerja atau mereka yang mencari posisi lebih baik dalam karir. Sebagian besar lulusan S1, tapi tidak sedikit lulusan D3, S2 bahkan S3. Hampir setiap minggu saya bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan kandidat yang akan kami ajukan. Setiap diskusi adalah kesempatan baik untuk bertukar informasi dan belajar, apapun itu. Faktor pendidikan, walaupun menjadi pertimbangan, bukanlah elemen yang mendapat perhatian utama. Secara umum, hal-hal menjadi prioritas dalam mempertimbangkan seseorang untuk posisi senior antara lain: reputasi, track records, integritas, leadership skill, kemampuan berkomunikasi dan kebisaan bekerjasama dengan siapapun.

Pendidikan tidak dengan serta merta menjamin posisi yang dikehendaki. Bagi yang sudah mengalokasikan dana cukup besar dan waktu cukup panjang untuk sekolah, tentu pernyataan ini tidak mudah untuk dijelaskan.

Memang menyenangkan setiap kali melihat jenjang karir professional yang “mulus”. Lulus S1, kerja sebentar, ambil S2, lulus, kerja lagi hingga memegang posisi penting di perusahaan. Kenyataannya, cerita karir seperti ini bukan mayoritas. Saya tahu eksekutif senior bank yang “hanya” lulusan D3 sekretaris. Ada lagi pimpinan maskapai penerbangan yang “cuma” berijazah SMA namun punya pengalaman informal segudang yang membuat dirinya disegani pada industri tersebut.

Teman saya, Peter, baru saja menyelesaikan disertasi program S3 di sebuah perguruan tinggi terkemuka di Eropa. Selain berintelektualitas tinggi, Peter punya kepribadian yang menyenangkan. S3 adalah cara Peter untuk mendapatkan kebebasan berkarya. Tidak lagi mau kerja sebagai karyawan, Peter juga tidak punya minat untuk jadi pengusaha. Keinginan dia adalah untuk kerja sebagai konsultan bidang spesifik bagi perusahaan besar untuk waktu tertentu. Sisa waktu dihabiskan untuk mengejar hobi-hobi eclectic antara lain menulis novel, diving dan back-packing. Bagi Peter, pendidikan formal adalah alat untuk melengkapi visi jangka panjang pribadi. Sounds like a good plan. And he is on track.

Lain lagi cerita sahabat saya, Doni, jebolan S1 namun sudah masuk jajaran direksi pada sebuah perusahaan multi-finance. Pada usia yang belum 30 tahun, Doni termasuk orang yang saya kagumi. Selain teman ngobrol yang asyik, dia dewasa dan sangat tahu apa yang dia kehendaki dalam karir dan kehidupan. Dalam banyak kesempatan berdiskusi, kami sering bertanya satu sama lain soal mengapa belum ambil S2. Doni selalu bilang kalau suatu saat dia akan ambil S2 – saat dia perlu dan saat ilmu yang dibutuhkankan tidak bisa diperoleh dari jalur lain. Sangat jauh dari kesan sombong, soal pendidikan formal, Doni justru mengambil pendekatan praktis. Sama seperti Peter, Doni has a plan. And he, too, is on track.

Education gives you the confidence to know you have something to fall back on!

Pendidikan formal (dan pencapaian nilai dalam prosesnya) adalah sistem benchmarking paling mudah bagi dunia usaha untuk menyaring pegawai sesuai dengan kebutuhan. Dengan mensyaratkan lulusan S1, perusahaan mempunya ekspektasi minimal hal-hal yang telah dipahami dan bisa dikerjakan oleh lulusan S1 tanpa harus menyebutnya secara detail. Bisa dibayangkan sulitnya menyaring tenaga kerja tanpa adanya persyaratan jenjang pendidikan dan pencapaian nilai. Asumsinya, semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin tinggi pula tingkat intelektualitas, logika dan pemahaman atas ilmu.

Namun apakah dengan bermodalkan S2, pekerjaan idaman akan kita peroleh? Sebelum menjawab pertanyaan itu, apakah kita sudah punya gambaran tentang pekerjaan idaman? Mana yang kita kejar, pekerjaan idaman atau karir idaman? Mengapa kita mengambil S1? Mengapa kita berniat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya? The questions are more relevant than the answers.

Seorang pemikir Jerman pernah bilang bahwa pendidikan bisa didapat di sekolah, di rumah dan satu lagi yang sering dilupakan, pendidikan juga diperoleh diantara rumah dan sekolah. Kalau benar demikian, sekolah atau pendidikan formal, hingga jenjang apapun hanya akan memberikan maksimal 1/3 dari total kebutuhan. Apakah kita sudah mempertimbangkan cara memperoleh 2/3 yang lain?

I hear, I forget.

I see, I remember.

I do, I understand.

Orang bijak akan memilih jalannya sendiri. Tidak ada jaminan jalan yang dipilih akan selalu berhasil, namun paling tidak akan selalu ada pembelajaran. Dalam kaitannya dengan pendidikan, meremehkan hal yang bisa dipelajari di luar jalur formal akan berdampak buruk pada proses pengembangan diri. Termasuk peluang untuk belajar saat tidak sekolah.

Pendidikan formal adalah modal dalam berkarir. Lebih tepat lagi, pendidikan formal adalah 1/3 modal berkarir. Ketimbang mengejar gelar dan angka IP (indeks prestasi), ada baiknya energi dipusatkan untuk memastikan bagaimana gelar diperoleh dan bagaimana angka IP diraih. Kejar yang lebih esensial seperti ilmu itu sendiri, common sense dan integrity. Ini bisa diperoleh kapanpun, dari manapun dan dari siapapun.

Pendidikan yang ideal akan mengajarkan CARA berpikir (how to think) bukan APA yang harus dipikir (what to think). Kesuksesan karir berkaitan erat dengan knowing the why (alias passion) dan having the tools (alias attitude, ability & effort).

Knowledge comes, but wisdom lingers

Hingga penulisan artikel ini, saya hanya tahu beberapa cara untuk “belajar” alias membuat saya ingat akan sesuatu hal. Pertama, ingat melalui pengulangan. Ibu saya mengajarkan untuk mengulang-ulang apapun yang hendak diingat. Kedua, ingat karena pengalaman yang traumatik. Saya masih ingat dengan jelas sampai sekarang saat saya jatuh dari motor. Saya ingat warna baju yang saya pakai, para sahabat yang mengantar saya ke rumah sakit dan peningnya kepala selama berhari-hari. Cara ketiga yakni melalui penemuan diri sendiri (self-discovery). Apapun yang saya alami prosesnya, saya akan lebih mengingatnya. Ini semua adalah bagian dari proses pendidikan.

In the nutshell…

· Pendidikan adalah investasi paling baik. Kalaupun kita kehilangan segalanya, so what? Segala hal yang kita pahami adalah power. Dan semakin banyak kita paham, semakin powerful kita.

· Pendidikan adalah segala hal yang kita pelajari di sekolah, di rumah dan diantara rumah dan sekolah.

· Khusus untuk pendidikan formal, lupakan status, gelar dan nilai. Nikmati saja proses pembelajarannya.

· Apapun yang bisa kita pelajari, bisa juga dipelajari orang lain – perbedaannya hanya pada hati dan pikiran kita. Artinya, pendidikan akan bermanfaat secara maksimal apabila kita punya visi atas hidup dan karir.

Setelah berpikir panjang, saya katakan pendapat saya pada Rima: Pilihan untuk lanjut sekolah atau kerja dulu sama baiknya dan sama buruknya. Jawab dulu alasannya dan pilihan akan dijalankan dengan sepenuh hati. Kalau mau lanjut ambil gelar S2, that’s fine. Why do you want that? Sebaliknya, kalau mau kerja dulu, that’s also fine, if you know the why.

Sekali lagi, pendidikan itu penting tapi bukan segalanya!

Being Loyal: company vs profession

Being loyal: company VS profession

Tidak ada satu pekerjaan yang sempurna. Ayah saya kerja untuk perusahaan yang sama selama lebih dari 30 tahun hingga pensiun. Saat saya tanya resep beliau bisa loyal dan bekerja selama itu; Ayah bilang pilihan-pilihan lain, kalaupun ada, dipandang tidak lebih baik dari pekerjaan yang dijalani. Sulit membayangkan hal yang sama terjadi pada kita sekarang. Kerja 5 tahun untuk sebuah perusahaan saja sudah masuk kategori “sesepuh”. Selain memang karena bergerak pada bidang yang berhubungan erat dengan karir para professional, pilihan karir saat ini memang semakin beragam dan tidak jelas. Saya kenal secara pribadi beberapa professional handal yang telah pindah kerja lebih dari 5 kali dalam waktu 10 tahun terakhir. Bagaimana dengan anda?

Belasan tahun lalu dunia kerja hanya mengenal posisi Direktur Personalia. Ia adalah orang nomor satu yang mengurus tenaga kerja dalam perusahaan. Istilah “Personalia” berganti jadi “Sumber Daya Manusia”, untuk bergeser menjadi “Human Capital”, untuk berevolusi menjadi istilah yang lebih lazim dan up-to-date menjadi “Talent Management”.

Perubahan istilah juga dibarengi perubahan makna sebutan itu sendiri. Kalau kata “personalia” cenderung menggambarkan urusan pengelolaan administrasi tenaga kerja, istilah “talent management” punya makna lebih spesifik yakni pengelolaan talent dalam perusahaan – talent sendiri berarti ability, kelebihan, kontribusi individu sebagai pekerja. Apabila seorang Direktur Personalia menyibukkan diri pada aspek pengelolaan bayar gaji tepat waktu, perhitungan cuti dan hal-hal administratif lain; seorang Direktur Talent Management akan memfokuskan perhatian pada cara-cara mengenali talent setiap tenaga kerja serta membangkitkan dan mempertahankan motivasi mereka.

Saya tidak tahu soal tomat, saya ahli biji tomat…

Dunia kerja semakin menuntut spesialisasi. Untuk urusan pengelolaan tenaga kerja saja telah terbentuk banyak sekali spesialisasi. Ada ahli compensation & benefit, ada ahli organizational development, ada spesialis industrial relations dan seterusnya. Belum lagi bidang-bidang lain yang dulu tidak ada namun ramai. Bayangkan juga bidang-bidang lain yang nantinya akan ada.

Banyak sekali perubahan yang terjadi, dan akan terus terjadi. Pasar (market) bergeser dari domestik menjadi global. Hyper-competition mewarnai setiap aspek kegiatan usaha. Mekanisme kerja hierarki/birokratis secara perlahan berevolusi menjadi networking. Profesional generalis tetap ada walaupun akan semakin banyak ditemani oleh professional spesialis, dan professional dengan keahlian multidimensi.

Bagi para professional, perubahan juga tidak terelakan. The only thing that will never change is change itself! Jenjang karir tidak lagi tunggal dan linear. Pilihan semakin banyak, pergerakan karir bisa ke samping, ke atas, keluar… Motivasi bergeser dari awalnya murni money/status-oriented, sekarang diwarnai hal-hal seperti kesehatan, freedom, satisfaction dan happiness.

Bagaimana dengan job security (baca: harapan bahwa perusahaan akan sepenuhnya “mengurus” kebutuhan kita)? Kalau masih ada yang berpikir job security bisa diperoleh dengan memberikan loyalitas, maka ujungnya tidak akan jauh dari kekecewaan. Apakah pelajaran dari Enron, Worldcom, Lucent Technologies sudah dilupakan? Berapa banyak karyawan puluhan bank-bank yang ditutup sejak 1998 menyadari bahwa “loyalitas” tidak berarti banyak saat tidak ada lagi tempat untuk kita memberikan loyalitas. Dalam skala lebih kecil namun sering, merger dan akuisisi telah dan akan terus menjadi bagian kehidupan professional.

Make sure when you get ready to die you don’t look back and say “I didn’t live”!

Pertimbangan perusahaan dalam memilih professional tidak lagi didasarkan pada loyalitas. Walaupun disuarakan dengan cara berbeda, secara umum perusahaan memprioritaskan professional yang mampu menawarkan knowledge, skills, attitude, entrepreneurial orientation dan communication.

Bagaimana dengan para professional sendiri? Satu-satunya job security yang tersisa adalah keinginan untuk terus belajar segala hal dan kesetiaan pada profesi masing-masing.

Apakah kita harus takut dan khawatir? Jawabannya terserah anda. “We cannot change life but we can change the way we look at life.”

Senin, 16 Juni 2008

NOUNCEMENT

Kawan - Kawan yang ingin mengirim salam atau tulisan langsung aja ini kotak coment yang dui bawah untuk sementara ya..
Alx masih dalam moderisasi nie
Maaf tampilanya masih jelek..

Minggu, 08 Juni 2008

HELLOW FRIEND'S

WEB KAWAN KITA YANG BISA KITA KUNJUNGI JUGA
Didik haryadi Santoso (Kal-Bar) http://www.didikhs.co.cc/
Bayu Andika ( Aceh ) http://cariuangdiduniamaya.blogspot.com/
Andramuda ( Aceh ) http://getonlinemoneyforfun.blogspot.com/
Rey ( SBG ) www.reality-hidup.blogspot.com

Rabu, 21 Mei 2008

Wisuda STIE - Subang

Wisuda STIE SUTAATMAJA Subang


Inkom -- Asisten Tata Praja Setda Kabupaten Subang, Drs. H. Engkos Suparman mewakili Bupati Subang menghadiri wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sutaatmaja Subang, Sabtu (24/09) di Graha Taher Subang.
Menurut Asda I dalam sambutannya mengatakan bahwa wisuda ini merupakan peristiwa bersejarah yang sangat membanggakan dan ditunggu-tunggu oleh segenap mahasiswa, karena kesempatan ini merupakan puncak keberhasilan selama menempuh pendidikan di STIE Sutaatmaja.
Asda I mengingatkan para wisudawan agar tidak terjebak dengan euphoria wisuda, karena momentum ini adalah merupakan titik awal dalam memasuki kehidupan yang sesungguhnya ditengah-tengah masyarakat yang penuh dengan tantangan serta rintangan, dan sudah tentu akan sangat berbeda dengan kehidupan dilingkungan kampus yang sarat nuansa akademis. Untuk itu diperlukan kesiapan mental, daya nalar dan kepekaan sosial agar senantiasa mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan tuntutan lingkungan. Perlu disadari pula bahwa kenyataan saat ini lingkungan masyarakat begitu membutuhkan dan mengharapkan peran tangan-tangan terampil dan berintelektual tinggi guna membangun kehidupan yang lebih baik.
Wisuda ini bagi Pemerintah Kabupaten Subang adalah suatu kebanggaan yang tiada terkira, mengingat dengan lahirnya sarjana-sarjana lulusan STIESA Subang bertambah pula tenaga-tenaga profesional yang ahli dibidangnya. Hal ini tentu menjadi aset masyarakat dan daerah dalam rangka mengelola sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya alam Subang yang begitu berlimpah ruah, mulai dari hasil pertanian, perikanan dan kelautan, perdagangan hingga sumber minyak dan gas bumi. Kita sadari bahwa potensi sumber daya alam tersebut terutama sumber minyak dan gas bumi belum sepenuhnya diberdayakan secara optimal bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, lanjut Engkos.
Asda I berharap dengan lahirnya sarjana-sarjana ekonomi STIESA Subang ini yang memiliki jiwa pengabdian dan idealisme tinggi, akan mampu memberikan secercah harapan guna memenuhi kekurangan tenaga-tenaga profesional dalam bidang perekonomian dan pada gilirannya dengan penambahan sarjana ekonomi di Kabupaten Subang ini mampu memberikan nilai tambah bagi upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya bidang ekonomi.
Acara wisuda STIESA pada malam harinya digelar malam inagurasi yang dimeriahkan oleh pelawak grup SOS, juara Audisi Pelawak TPI yang membuat suasana gembira para sarjana dan keluarga yang menyaksikan.

Antara Ilmu Dan Jiwa Pendidikan

BAB I

ILMU JIWA PENDIDIKAN


Pendidikan tentang jiwa psikolog dan psikolog pendidikan yang terpendam dalam diri manusia yang akhirnya dapat melahirkan pola berperilaku, gerak dan lain sebagainya. Dengan demikian pergerakan, pertumbuhan dan perkembangan semua itu menjadi petunjuk gejala adanya jiwa pada manusia. Disini para filosof membagi jiwa menjadi

1. Daya Vegetatif, bersifat tumbuh, berkembang sebagaimana tumbuh-tumbuhan ini disebut “nafs on nabati”

2. Daya Sensoris, ini bagi pemilik penginderaan, berpindah sebagaimana perilaku hewan disebut “nafs al hayawany”

3. Daya Rasional, yang khusus pemilik yang bersifat berfikir, berbuat, berkehendak sebagaimana khusus nampak pada jiwa manusia, dan disebut “nafs al insaniyah”

4. Daya ruh, bersifat taat, patuh, tunduk, ini menggambarkan sosok malaikat.

Menurut Kejiwaan Manusia

Menurut kebanyakan filosof, struktur jiwa manusia terdiri dari :

1. Jiwa Vegetatif : bagian terbawah

2. Jiwa Sensitif : bagian menengah

3. Jiwa Rasional : bagian tertinggi

Pembagian Ilmu Jiwa

1. Dari segi sasaran / obyeknya, ilmu jiwa dapat dibedakan menjadi dua :

a. Ilmu Jiwa Umum : yaitu obyek studynya adalah manusia dewasa seutuhnya, normal dan beradab.

b. Ilmu Jiwa Khusus : yaitu obyek studynya adalah bagian-bagian tertentu dari gejala-gejala jiwa.

2. Dari segi kegunaan dapat dibedakan antara ilmu jiwa teoritis, praktis.

a. Teoritis dipergunakan untuk mengembangkan pengetahuan ilmu kejiwaan.

b. Praktis dipergunakan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensinya bidang tertentu dari aspek bidang kehidupan manusia.

Pengertian Psikologi Pendidikan.

Psikologi pendidikan adalah : suatu stadi kejiwaan dari bidang pendidikan/studi dari bidang pendidikan yang akhirnya diarahkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pendidikan dan pengajaran.

BAB II

PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI DISIPLIN ILMU

Psikologi pendidikan, bisa dipahami sebagai “study tentang proses pendidikan dari sudut tinjauan psikologi”.

Apakah psikologi pendidikan sudah merupakan disiplin ilmu yang tersendiri? Hal ini dapat lihat apakah psikologi pendidikan sudah memenuhi syarat-syarat berikut:

1. Harus mempunyai obyek

2. Harus mempunyai metode khusus

3. Harus mempunyai ruang lingkup studi yang jelas

4. Harus mempunyai nilai guna dan manfaat

Obyek Psikologi Pendidikan

1. Obyek material, yaitu bersifat umum, yang juga menjadi obyek kebersamaan ilmu-ilmu umum lainnya yang sejenis, (obyek dari ilmu induknya).

2. Obyek formal yaitu bersifat khusus yang hanya menjadi sasaran studi tersendiri dari ilmu yang bersangkutan dan berbeda dari obyek-obyek ilmu lainnya, ini keduanya merupakan penghayatan tingkah laku manusia.

Ruang lingkup Psikologi Pendidikan

Ialah meliputi :

1. Masalah perkembangan dan pertumbuhan individu

2. Masalah belajar mengajar

3. Masalah pengukuran dan penelitian

4. Masalah bimbingan dan penyuluhan

Kegunaan Psikologi Pendidikan


Secara praktis Psikologi pendidikan berguna pada mereka yang terlibat dalam proses pendidikan dan pengajar.

a. bagi perencana pendidikan

b. bagi para guru

c. bagi para orang tua

BAB III

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Antara kata pertumbuhan dan perkembangan keduanya mempunyai arti yang berbeda karena suatu yang tumbuh adalah suatu yang bersifat material dan kuantitatif sedangkan yang berkembang adalah suatu yang bersifat fungsional dan kuantitatif.


Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

Ada garis besar yang merupakan faktor terpengaruhnya pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak.

1. Faktor Intern, faktor yang muncul dari dalam diri anak / dari keturunan.

2. Faktor Ekstern, faktor yang muncul dari luar diri anak / dari pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan.

Dan ada juga kedua faktor tadi di dalam hal ini ada tiga teori :

1. Teori Rativisme, berpendapat bahwa sejak lahir anak telah memiliki sifat-sifat / dasar-dasar tertentu.

2. Teori Empirisme, berpendapat bahwa sejak lahir anak tidak memiliki sifat-sifat / dasar-dasar tertntu semata-mata ditentukan faktor dari luar.

3. Teori Konvergensi, berpendapat bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak itu ditentukan sebagai akibat interaksi.

Prinsip-prinsip Perkembangan.

1. Prinsip kesatuan organis

2. Prinsip tempo dan irama berkembang

3. Prinsip pola umum perkembangan yang sama

4. Prinsip Konvergensi

5. Prinsip Kematangan

6. Prinsip Fungsional

Membina pertumbuhan dan perkembangan anak

Syarat-syarat pokok dalam pembinaan pertumbuhan dan perkembangan.

1. Adanya Pembina yang bertanggung jawab

2. Tersedianya alat-alat lengkap

3. Adanya keteraturan artinya : pembinaan harus diberikan secara terus-menerus

4. Diperlukan adanya perlindungan

5. Diperlukan adanya kesabaran dan ketekunan

BAB IV

FAKTOR HEREDITAS DAN PRINSIPNYA

Yang disebut faktor hereditas adalah : sifat-sifat / ciri-ciri yang diperoleh oleh seseorang anak atas dasar keturunan atau pewarisan dari generasi ke generasi melalui sel benih.

Prinsipnya atau Hukum Hereditas

Dapat berlangsung menurut prinsip-prinsip / hokum-hukum tertentu yaitu :

1. Prinsip Reproduksi, melalui prinsip reproduksi orang tua bisa mewariskan sel benihnya kepada generasinya.

2. Prinsip Konformitasi, bahwa setiap jenis makhluk menurunkan jenisnya sendiri.

3. Prinsip Variasi, selain mewarisi ciri-ciri yang umum yang sama juga mewariskan sifat berbeda lainnya.

4. Prinsip Regresi Fillial, menunjukkan sifat menonjol kedua-duanya misal : meskipun orang tuanya cerdas, generasinya akan sedang-sedang tak secerdas orang tuanya.


BAB V

PERLENGKAPAN DASAR DAN PERLENGKAPAN AJAR

Perlengkapan dasar ialah perlengkapan-perlengkapan yang ada dan dimiliki oleh seseorang atas dasar bawaan / keturunan.

Sedangkan perlengkapan ajar adalah perlngkapan-perlengkapan yang berupa berbagai macam kemampuan yang diperoleh anak sebagai akibat belajar dan pengalaman-pengalaman lain.

BAB VI

PROBLEM PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM PENDIDIKAN

Perbedaan individual adalah sebagai apresiasi dari hukum variasi dalam hereditas.

Sesuai dengan hukum regresi filial dapat dibedakan bersifat demikian.

1. Secara kasar : hanya bisa digolongkan antara dua kategori misal : tinggi rendah

2. Secara distributif : penyebaran perbedaan individual itu menunjukkan “kurva distributif normal” bahwa yang paling banyak adalah sedang-sedang dan semakin ke ujung semakin sedikit jumlahnya.

BAB VII

PENGERTIAN BELAJAR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Belajar mempunyai banyak arti sangat luas. Bisa dikatakan bahwa belajar adalah meliputi setiap pengalaman yang menimbulkan perubahan dalam pengetahuan.

Belajar dapat didefinisikan sebagai “berubahnya kemampuan seseorang untuk melihat, berfikir, merasakan, melaksanakan sesuatu dan lain-lain”.

Faktor yang mempengaruhi belajar

1. Faktor-faktor non sosial

2. Faktor-faktor sosial dalam belajar

3. Faktor-faktor fisiologis dalam belajar

4. Faktor-faktor psikologis dalam belajar

BAB VIII

TEORI-TEORI BELAJAR ILMU JIWA PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI DISIPLIN ILMU

Disini banyak aliran psikologi dan psikologi pendidikan.

1. Psikologi yang bersifat spekulatif

2. Psikologi behavioristik

3. Psikologi Kognitif

4. Psikologi humanistik

Dan mengenai teori belajar ini tak lain karena para ahli tidak puas pendapat, para ahli sebelumnya, dari itu timbulah teori belajar yang bersifat kognitif .

Psikologi kognitif mulai berkembang dari lahirnya teori gestalt peletak dasar teori gestatif adalah Wertheimer, yang meneliti tentang pengalaman dan problem solving.

Menurut psikologi gestalt ada beberapa sifat khusus belajar dengan insight (pengamatan/pemahaman mendadak antara hubungan terhadap permasalahan) yaitu:

1. Insight itu tergantung kepada kemampuan dasar yang berbeda-beda antar anak

2. Insight itu tergantung kepada pengalaman yang relevan

3. Insight itu tergantung pengaturan secara eksperimental

4. Insight itu didahului oleh sesuatu periode yang berbeda-beda

5. Insight itu dapat diulangi

6. Insight itu yang pernah didapatkan, dapat dipakai untuk menghadapi situasi-situasi yang baru.

BAB IX

BEBERAPA BENTUK / JENIS BELAJAR

Bentuk-bentuk belajar antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut :

1. Bentuk belajar menurut spikis

a. Belajar dinamik yaitu artinya menghendaki sesuatu secara wajar didalam belajar

b. Belajar efektif, cirinya belajar menghayati nilai-nilai dari obyek yang dihadapi melalui alam perasaan

c. Belajar kognitif, cirinya dalam mempergunakan bentuk-bentuk prestasi yang mewakili obyek-obyek yang dihadapi

2. Bentuk-bentuk belajar menurut materi yang dipelajari

a. Belajar teoritis

b. Belajar teknis

c. Belajar bermasyarakat

d. Belajar estetis, cenderung bertujuan membentuk kemampuan menciptakan dan menghayati keindahan diberbagai bidang kesenian.

3. Bentuk- bentuk belajar yang tidak begitu disadari

a. Belajar insidental : ini cirinya langsung bila orang mempelajari sesuatu dengan tujuan tertentu tetapi di samping itu juga belajar hal-hal lain yang sebenarnya tidak menjadi sasaran.

b. Belajar tersembunyi

c. Belajar mencoba-coba

BAB X

MASALAH MOTIVASI BELAJAR

Motif, motivasi dan motivasi belajar.

Motif adalah : daya penggerak di dalam diri orang untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu

Motivasi ialah motif yang sudah menjadi aktif pada saat-saat tertentu, motivasi belajar adalah dorongan yang mana dapat memberikan rasa belajar dengan tekun kepada peserta didik.

Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan sesuatu kebutuhan. Kaitan itu tertampung dalam istilah “lingkungan motivasi”.

BAB XI

TRANSFER BELAJAR

Transfer belajar adalah : pemindahan / pengalihan hasil belajar yang diperoleh dalam bidangstudi yang satu ke bidang studi yang lain, atau kehidupan sehari-hari di luar lingkungan sekolah.

Beberapa pandangan tentang transfer belajar, dalam hal ini terdapat beberapa teori antara lain :

1. Teori disiplin formal

Pandangan ini bertitik tolak pada pandangan aliran psikologis, daya tentang psike/kejiwaan manusia, psike itu dipandang sebagai kumpulan dari sejumlah bagian / daya-daya yang berdiri sendiri. Seperti daya berfikir, daya mengingat, daya kemauan, daya merasa, dan lain-lain.

2. Teori elemen identik

Suatu unsur di bidang studi yang satu ke unsur yang sama antara bidang-bidang study.

3. Teori generalisasi

Berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menangkap struktur pokok.

Faktor-faktor yang berperan dalam transfer belajar.

1. Proses belajar

2. Hasil belajar

3. Bahan / materi bidang-bidang studi

4. Faktor-faktor subyektifitas di pihak siswa

5. Sikap dan usaha guru

BAB XII

PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)

Setiap makhluk hidup pasti mempunyai masalah. Adapun beberapa cara yang harus ditempuh dalam problem solving mulai dari sederhana sampai yang paling rumit adalah :

1. Kelakuan yang tidak dipelajari (instink) dan pembiasaan

2. Trial and error yang membudaya

3. Dengan insight (pemahaman)

4. Vicarious, behavior (dalam hati), dan

5. Cara ilmiah

Kalau pada binatang pemecahan masalah dapat menggunakan cara-cara (1), (2), dan (3) sedangkan pada manusia menggunakan kelima cara tadi, akan tetapi cara (1), dan (2) sering dipergunakan pada tahap kanak-kanak.

EVALUASI

Manfaat buku ini, mempermudah pendidik dalam melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan mengetahui garis-garis besar ilmu jiwa pendidikan sehingga target / tujuan pendidikan secara praktis dapat dijangkau.

Kelemahan buku, karena namanya buku dan hanya buku yang berisikan gambaran-gambaran tertentu didalam pendidikan, pasti masih trdapat kelemahan antara lain, buku ini cuma teori tidak langsung berbentuk praktis, kemudian di dalam mempelajari ilmu jiwa pendidikan terdapat banyak dan melebar berbagai teori dan teori sehingga menurut pendapat saya pribadi, dengan menaati, menghafalkan teori-teori ini kapan terlaksananya kegiatan belajar mengajar, belum pula memahami kemudian penerapan.

KLASIFIKASI

A. Pengertian

Klasifikasi adalah pengelompokan barang yang sama dan memisahkan dari benda menurut spesianya.

Dari sini begitu banyak pembahasan tentang klasifikasi itu sendiri disadari atau tidak pengklsifikasi sesuatu kerap kita hadapi pada kehidupan sehari-hari. Para ilmuwanpun membuat klasifikasi ilmu menjadi tiga golongan ilmu sosial, ilmu kealaman, ilmu humaniora.

Tujuan ini tidak lain supaya kita dapat mudah mengetahui tanda-tanda itu.

Untuk membuat klasifikasi harus menempuh dua macam cara dan ini merupakan syaratnya.

a. pembagian

b. pengelolaan

B. Pembagian

Adalah pembagian suatu genera kepada spesia yang dicakupnya. Sedang untuk mengetahui pembagian genera kepada spesia dengan benar maka dalam pembagian perlu / bahkan wajib memperhatikan patokan berikut :

a. pembagian harus di dasarkan atas sifat persamaan yang ada pada genera secara menyeluruh, sedang spesianya merupakan perubahan tertentu dari sifat persamaan itu. Misalnya, kita hendak membagi macam agama, maka kita harus berdasarkan perubahan tertentu dari sifat genera itu sendiri.

b. Setiap pembagian harus berlandaskan satu dasar saja, karena pembagian yang dilandaskan atas lebih dari satu dasar akan menimbulkan spesia simpang siur.

Contohnya : pembagian manusia menjadi ; manusia berkulit putih, berkulit hitam. Manusia Afrika, Manusia Asia.

c. Pembagian harus lengkap. Yakni, harus menyebut keseluruhan spesia yang dicakup oleh suatu genera, Ini memang sulit karena tidak selamanya mengetahui keseluruhan spesia dan generanya. Hal ini sangat tergantung terhadap kebendaharaan pengetahuan kita atas kelompok barang-barang.

Pembagian dikotomi, karena mungkin kita akan menghadapi pembagian yang berbeda dengan model di atas. Maka kita menggunakan pembagian logika jenis lain yaitu pembagian dekotomi adalah: pembagian dari suatu genera kepada spesia yang dicakupnya, dengan mengelompokkan menjadi 2 golongan yang di bedakan atas ada dan tidak adanya.

Dalam bahasa latin (dikotomi) mempunyai arti pembagian secara dua-dua dalam bahasa arab disebut sunaiyyal.

C. Penggolongan

Penggolongan mempunyai lebih spesifik daripada pembagian. Jadi, antara pembagian dan penggolongan mempunyai arti yang bertolak belakang. Karena pembagian bergerak dari atas ke bawah sedang penggolongan sebaliknya.

Pengelompokan barang-barang atas golongan tertentu berdasarkan atribut dan perbedaannya, tentu barang-barang yang mempunyai persamaan tertentu dikelompokkan ke dalam golongan yang sama.


Persada Ada yg kawin euy....